Layanan Aqiqah Daerah Cipondoh Tangerang

Layanan Aqiqah Daerah Cipondoh Tangerang

Aqiqah lumrah nya emang di laksanakan waktu buah hati baru lahir. Namun, pada kenyataan nya tak segala orang tua mampu melaksanakan aqiqah yg emang memperlukan biaya yg tak sedikit. Apalagi kalau buah hati yg lahir laki-laki, pada mana perlu dua ekor kambing buat pelaksanaan aqiqah. Nah , bila situasi nya kayak ini, mungkin banyak orang bertanya-tanya, lalu apakah boleh melaksanakan aqiqah.

Layanan Aqiqah Daerah Cipondoh Tangerang
Layanan Aqiqah Daerah Cipondoh Tangerang

waktu buah hati sudah besar ataupun waktu kondisi finansial orang tua nya sudah mendukung? Terdapat beragam pendapat ulama mengenai hal ini:

  1. Lewat hari ke-7, kewajiban orang tua mengaqiqahi buah hati di anggap gugur

Dilansir dari situs Konsultasi Syariah, mazhab Malikiyah berpendapat bahwa kesempatan orang tua mengaqiqahi buah hati bila sudah lewat hari ke-7 pasca kelahiran akan di anggap gugur.

Catering Aqiqah Daerah Cipondoh Terbaik

  1. Selama buah hati belum baligh, aqiqah tetap bisa di laksanakan

Berbeda dgn pendapat pada atas, kalangan Syafi’iyah meyakini bahwa aqiqah buah hati ini tetap bisa di laksanakan selama buah hati belum mencapai usia baligh, yaitu bila buah hati perempuan mengalami menstruasi.

serta buah hati laki-laki mengalami mimpi basah. Lebih lanjut, Imam as-Syafii mengatakan bila aqiqah tertunda sampai buah hati mencapai baligh, maka gugur sudah tanggung jawab orang tua mengaqiqahinya.

  1. buah hati boleh mengaqiqahi kita sendiri

Ada pendapat lain tentang tata cara aqiqah buah hati yg sudah besar, ini terkait keinginan mengaqiqahi kita sendiri bila ternyata waktu sudah dewasa ia belum di aqiqahi orang tuanya. Sebagian ulama mengatakan bahwa bila si buah hati.

sudah dewasa serta mapan dari segi finansial, maka di tekankan ia mengaqiqahi kita sendiri. Hal ini sebagaimana hadis yg menyatakan Tiap buah hati tergadaikan dgn aqiqahnya, berikut bunyi hadis tersebut:

Harga Aqiqah Daerah Cipondoh Termurah

“Tiap buah hati tergadaikan dgn akikahnya, di sembelih pada hari ketujuh, di cukur, serta di beri nama.”,

di riwayatkan Imam Ahamd, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, serta Ibn Majah, dari Samurah bin Jundub radliallahu ‘anhu dgn sanad yg shahih.

Selain hadis pada atas, ada pula hadis yg mendukung pendapat bahwa buah hati boleh mengaqiqahi.

kita sendiri ketika dewasa, berdasarkan apa yg di laksanakan Nabi Muhammad ketika baru di utus menjadi Nabi.

di sebutkan bahwa Rasulullah mengaqiqahi di ri nya sendiri.

Namun ada juga pendapat lain yg tak mewajibkan buah hati mengaqiqahi kita sendiri karena aqiqah sebetul nya adalah ibadah yg di perbuatkan kepada orang tua. bila aqiqah belum di tunaikan, sunnah aqiqah tak gugur,

meski anak nya sudah baligh. serta bila orang tua sudah mampu melaksanakan aqiqah,

maka lebih di anjurkan orang tua nya buat mengaqiqahi anak nya tersebut.